BELAJAR CARA BELAJAR

BELAJAR CARA BELAJAR

(Hasil temuan terkini dan tips-tips cara belajar abad baru)
Oleh: Muhammad Alwi, SE,.MM

Tulisan ini mengacu kepenelitian empiris yang cenderung kedunia Barat. disarikan dari beberapa buku; Bobbi DePoter & Mike Hernacki, (1999), “Quantum Learning”. Bobbi DePorter, Mark Reardon & Sarah Singer-Nourie, (2000), “Quantum Teaching”. Colin Rose & Malcolm J. Nicholl, (2002), “Accelerated Learning for the 21st Century”. Howard Gardner, (1985) “Frames of Mind”, (2002) “Multiple Intelegent” dan Thomas L. Madden, M.A. (2002), “FIRE –UP Your Learning”.

A. Pendahuluan
Sistem sekolah saat ini masih memfokuskan perhatian pada apa yang harus dipelajari anak-anak, dan bagaimana mereka harus berfikir. Padahal mestinya sudah harus berfikir mengajar bagaimana cara belajar dan cara berfikir. Belajar bagaimana belajar itulah yang penting. Karena kemampuan kita meraih sukses berbanding lurus dengan kemampuan kita belajar. Kita membutuhkan perubahan baik dalam apa yang dipelajari dan dalam cara bagaimana pelajaran itu dipelajari.

Dunia akan berubah demikian cepat, perubahan 10 tahun terakhir lebih cepat dari 100 tahun sebelumnya. Dengan ini semua maka tidak relevan lagi bertanya, “ingin jadi apa kamu jika sudah besar?”, pertanyaannya seharusnya adalah “apa yang pertama-tama bisa kamu lakukan?”. Banyak pekerjaan-pekerjaan akan menghilang digantikan otomatisasi dan robotisasi. Sehingga kemampuan untuk mengembangkan diri yang dipacu oleh kemampuan belajar adalah yang sangat penting diera kedepan. John Maynard Keynes berkata; akan terjadi pengangguran tehnologi dimana otomatisasi akan menyingkirkan orang lebih cepat daripada inovasi untuk menemukan pekerjaan baru bagi mereka. Oleh karena itulah belajar bagaimana cara belajar adalah penting. Tapi ironinya hasil survey menunjukkan bahwa 82% anak-anak masuk sekolah usia 5 sampai 6 tahun memiiki citra yang positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri. Tetapi angka ini turun drastic menjadi 18% pada usia 16 tahun. Sehingga 4 dari 5 anak remaja memulai belajarnya dengan rasa tidak nyaman (coba kita uji coba, dalam kelas seorang guru mengatakan pada muridnya; “kita sekarang istirahat atau pelajaran”, rata-rata dari 12 kali pertanyaan, 8-10 jawabannya istirahat. Ini meunjukkan ke Sekolah itu rutinitas masyarakat bukan “cari ilmu sesungguhnya”). Pada dasarnya kita (Sekolah dan Kepala Sekolah) adalah menajer dari perusahaan layanan jasa kita sendiri. Gaji kita sebanding dengan mutu, nilai layanan kita sendiri.

B. Fisiologi Otak yang mengagumkan

Otak manusia sudah dapat dijelajahi kedalamannya berkat prosedur-prosedur non-invasif seperti citra resonansi magnetic (MRI) dan topografi emisi-positron. Otak dibagi menjadi 3 yaitu;

1) Batang otak (otak reptile), karena otak ini ditemukan di jenis-jenis hewan-hewan yang lebih rendah.  ini mengontrol fungsi dasar; pernafasan, detak jantung dan instink-instink primitif (lawan atau lari), juga mengontrol bagian teritori anda. Marah, terancam, tidak nyaman dll.

2) System limbic (otak mamalia). Komponen dari otak ini adalah Hipotalamus dan Amigdale.  ini berfungsi untuk mengendalikan emosi, ia juga memelihara homeostasis (lingkungan yang stabil dalam tubuh). Mengendalikan hormone, rasa haus, lapar, seksualitas, pusat-pusat rasa senang, metabolisme, fungsi kekebalan dan suatu bagian penting dari memori jangka panjang. Hipotalamus dan Amigdale juga pengendali penting prilaku emosional dan prilaku mencapai tujuan. Ini berarti dorongan emosional lebih baik dari pada argument rasional dalam mempengaruhi manusia. Evolusi system limbic berkembang sebelum kita menemukan “logika”. Ternyata bagian yang mengendalikan emosi juga mengendalikan kesehatan dan memori. Inilah mengapa hal-hal yang melibatkan emosi akan diingat dengan kuat. Seperti ciuman pertama dari si dia, hari perkawinan, awal perkuliahan dll.

Para peneliti mencacat ketika emosi positif dalam keadaan terbangkitkan, “zat-zat keceriaan”, mirip opium yang disebut endorphin terbentuk. Pada gilirannya, ini memicu meningkatnya aliran neurotransmitter yang disebut asetilkolin. Ini sangat penting karena neurotranmiter ini merupakan “pelumas” yang memungkinkan terjadinya sambungan antar sel otak. (disinilah terdapat argumentasi ilmiah menggunakan seni, drama, warna, emosi, bermasyarakat dan bermain dalam pendidikan). Ketika emosi negative hipotalamus tidak menyampaikannya ke neokorteks (bagian otak yang berfikir) tetapi bergeser ke bagian otak yang lebih primitif. Sehingga prilaku lebih intinktif daripada pertimbangan rasional. Seperti saat dikejar anjing, stress ujian (malah tidak dapat berfikir)

3) Neokorteks (otak berfikir). Tebalnya hanya seperdelapan inci, bentuknya berupa lipatan-lipatan. Jika dibentangkan luasnya sama dengan satu halaman Koran. Ia adalah tempat bersemayamnya kecerdasan.  Ia berhubungan dengan melihat, mendengar, mencipta, berfikir dan berbicara. Otak ini terdiri dari lobus-lobus (bagian-bagian khusus).

Otak Kiri dan Kanan

Prof Roger Sperry dari universitas California mengatakan;

• Otak kiri  khusus diperuntukkan bagi aspek-aspek pembelajaran yang umumnya disebut “akademik” (bahasa, matematika, pemikiran logis, runut dan analitis)
• Otak kanan  berhubungan dengan aktifitas-aktifitas kreatif yang menggunakan rima, irama, musik, kesan visual, warna dan gambar. Otak kanan adalah “pikiran metaforis” kita yang mencari analogi dan pola. (bandingkan dengan Clark, 1983:24)

Kecerdasan bentuk baru

Tes IQ adalah karya dari Psikolog Prancis Alfred Binet, kemudian dikembangkan untuk umum oleh Lewis Terman dari Universitas Stanford. Secara khusus tes-tes ini hanya mengukur kemampuan soal-soal linguistic (kebahasaan) dan logis-matematis disamping beberapa pandang-ruang (visual-spatial). Lihat juga bagaimana Test TPA (test potensial akademik) yang biasa dilakukan saat mahasiswa ingin kuliah (S-2 atau S-3), jelas ini lebih mengandalkan otak kiri (logika-matematikan, bahasa dan wawasan umum).
Howard Gardner, Prof dari Harvard university mengatakan, bukan seberapa cerdas anda tetapi bagaimana anda menjadi cerdas itulah yang lebih penting. Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam suatu latar belakang budaya atau lebih. Ini menunjukkan kecerdasan itu tergantung konteks. Ada 8 kecerdasan menurut Gardner dalam bukunya Frames of Mind yaitu;

• K. Linguistik (kebahasaan)  membaca, menulis, berkomunikasi dengan kata-kata. Seperti; penulis, penyair, orator, pelawak.
• K. Logis-Matematis  kemampuan berfikir (menalar), menghitung, berfikir logis dan sistematis. Dikembangkan dalam; insinyur, ilmuan, ekonom, akuntan, detektif dan professional hukum.
• K. Visual-Spatial  kemampuan berfikir menggunakan gambar, mem-visualisasi hasil masa depan, membayangkan berbagai hal pada mata pikiran. Seperti; arsitek, seniman, pemahat, pelaut, fotografer.
• K. Musikal  kemampuan menggunakan dan mencipta musik, dapat bernyanyi, mengapresiasi musik, menjaga ritme.
• K. Kenestetik-Tubuh  kemampuan menggunakan tubuh secara terampil untuk memecahkan masalah, menciptakan produk, mengemukakan gagasan, emosi. Seperti; atletik, penari, acting.
• K. Interpersonal (social)  kemampuan bekerja secara efektif dengan orang lain, berhubungan dengan orang lain, memperlihatkan empati dan pengertian, memperhatikan motivasi dan tujuan mereka. Seperti; guru, politisi, pemuka agama, wirausahawan. (disinilah kita banyak melihat anak-anak yang tidak sukses dalam pendidikan atau “kurang pandai” ternyata berhasil dalam hidupnya yaitu kaya, punya banyak kenalan, disukai orang dll).
• K. Intrapersonal  kemampuan menganalisis diri dan merenungkan diri, mampu merenung dalam kesunyian dan menilai prestasi seseorang, meninjau prilaku seseorang dan perasaan-perasaan terdalamnya, mengenal benar diri sendiri. Seperti; filosof, penyuluh, pembimbing.
• K. Naturalis dan K. Spiritual (tapi ini belum jelas)
Dari kecerdasan-kecerdasar diatas dapat dikatan IQ merupakan “peramal” yang cukup baik untuk keberhasilan disekolah, sebab cara kita mengajar dan materi yang kita ajarkan (buku-buku yang disusun secara logis) bergantung pada kedua kecerdasan itu (Linguistik dan Logis-Matematis). Tetapi IQ bukanlah indicator yang baik bagi kebahagiaan, keberhasilan ekonomi, keberhasilan dalan hubungan dengan manusia, atau sukses dalam kehidupan.

Empat jenis gelombang Otak

Dengan EEG (Electro Encephalograph Machine), mesin pencatat gelombang otak diketahui, jenis gelombang otak terdiri dari 4 jenis, yaitu;

1) Beta  13-25 siklus perdetik. Terjadi saat kita bangkit, awas, berjaga-jaga, berbicara secara aktif dst.  baik untuk menerima informasi ilmiah yang berat, tertulis dipapan.

2) Alfa  8-12 siklus perdetik. Terjadi saat relaksasi dan meditasi, keadaan jaga yang relaks  baik untuk konsolidasi informasi, lebih intuitif, memungkinkan anda mencapai alam bawah sadar, dan efektif untuk menyimpan informasi jangka panjang.

3) Teta  4-7 siklus perdetik. Ini merupakan saat tidur awal, lamunan yang cukup dalam, ketika informasi hari itu sedang diproses dan kita memperoleh kilatan-kilatan inspirasi.

4) Delta  0,5-3 siklus perdetik. Ketika kita tidur lelap tampa mimpi.
Maka dalam CBC (cara belajar cepat) kita perlu; a) melibatkan secara aktif otak emosional b) mensinkronkan aktifitas otak kiri dan kanan, c) mengerahkan ke 8 kecerdasan yang ada, d) memperkenalkan saat-saat relaksasi.
Dalam masalah memeori, maka bagian otak yang namanya hipotalamus sangat penting artinya, ialah yang bertanggung jawab. Dan ia mudah terkena pengaruh jika pasokan oksigen berkurang (mungkin inilah penyebab anak penyakit polib/amandel menjadi kurang berhasil dalam sekolahnya). Antara “isi” suatu kejadian dan “makna”nya disimpan dalam tempat yang berbeda. Seorang ilmuan saraf Dr. Murray Grossman, mengatakan; ada lima tipe memori yang disingkat WIRES yaitu;

(W) Work (kerja)  memori jangka sangat pendek, tidak lebih hanya beberapa detik saja (bagian Korteks Profrontal). Ini memungkinkan kita untuk bercakap-cakap, mengingat kata pertama dan kedua kita, menulis sambil melambaikan tangan kiri kita dll. Keefisienan ini berkurang diatas umur 40 tahun.
• (I) Implicit (implisist)  kita sering menyebut “memori otot”, memori ini tidak menuntut kesadaran. Seperti bagaimana kita mampu naik sepeda, berenang. Disini kita hampir tidak akan mungkin lupa. Kerusakan pada memori ini menunjukkan kerusakan mental yang serius (orang gilapun biasanya tetap bisa naik sepeda bila dulunya dia mampu).
• (R) Remote (jarak jauh/jangka panjang)  tersebar diseluruh korteks, cenderung menurun seiring dengan usia.
• (E) Episodic  terbentuk dalam hipotalamus, momori ini biasanya terbentuk bila kejadian atau sesuatu disajikan dengan emosional. Seperti; makanan apa yang kita makan jum’at kemarin, bagaimana alur cerita film World not the Enough, James bond dll.
• (S) Semantik  memori terhadap kata-kata atau symbol-simbol yang kemungkinan besar tidak akan lupa. Seperti; tanda Nazi, Zionis Israel, tanda merk dagang Nike dll.

Memori Jangka Panjang

Bagaimana memori menjadi bersifat menetap, itu tergantung dari bagaimana informasi itu awalnya didaftarkan pada otak. Itulah pentingnya belajar dengan menggunakan semua indra, dan melibatkan emosi. Dalam penelitian menunjukkan tidur mempengaruhi terpatrinya memori. Jurnal ilmiah Science, juga Psikologi Today mengatakan; tidur terutama yang berkaitan dengan mimpi (Waktu kita mimpi mata kita bergerak dengan cepat, Rapid Eyes Movement, REM), akan lebih mematri memori dari pada anak yang tidak tidur setelah ia belajar. Ini bisa kita lihat bagaimana nyanyian untuk menghafal nama-nama pelangi, susunan berkala unsure-unsur kimia di SMU dll. Contoh; menghafal warna pelangi. Me-ji-ku-hi-bi-ni-u (Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu). Ini akan lebih mudah diingat.

James McGaugh, PhD, peneliti dari Universitas California di Irvine mengatakan; “Kita percaya bahwa otak memanfaatkan bahan-bahan kimia yang dilepaskan selama sters dan emosi-emosi yang kuat untuk mengatur kekuatan penyimpanan memori”. Contoh penelitian dua kelompok anak diperlihatkan slide (iklan pendek atau cerita singkat dalam bentuk film) seorang ibu yang tertabrak mobil. Kelompok pertama tidak diberi informasi apa-apa, kelompok kedua diceritakan bagaimana ibu itu keluar dari rumah untuk membeli obat anaknya, lalu tertabrak mobil, kemudian dibawah ke rumah sakit, dokter sedang berusaha menyambung nadinya yang putus dll. Ternyata kelompok anak yang kedua setelah seminggu, lebih ingat slide yang ditampilkan dari pada anak yang pertama. Ini menunjukkan Informasi tambah banyak, bukan membuat lupa tapi malah ingat (ini karena melibatkan emosi).

Dengan memisahkan emosi dari logika dan nalar dalam ruang kelas, sebenarnya sekolah telah menyederhanakan manajemen sekolah dan evaluasi. Dengan cara ini kita memisahkan dua sisi mata uang yang penting dalam proses pendidikan. Mengapa emosi sangat penting dalam pembelajaran dan pendidikan;

1. Lebih banyak persambungan saraf yang berjalan dari pusat emosinal limbic ke korteks intelektual ketimbang sebaliknya. Maka factor emosi lebih kuat mempengaruhi prilaku dari pada logika.

2. sistim limbic bekerja layaknya seperti saklar, yang mengirimkan informasi masuk dari panca indra kebagian korteks berfikir. Namun ada jalan pintas yang mengirimkan informasi bermuatan emosi yang mungkin bisa mengancam, bukan keatas untuk dianalisi tapi lansung kebawah menuju kebagian otak yang lebih primitif. Seperti bagaimana rasa takut dapat menghasilkan reaksi sentakan kaki, tangan takut tersetrum dll. Melihat lingkaran tali yang mirip dengan Ular (langsung menghindar), ternyata setelah diselidiki bukan tapi segulungan tali.

Disinilah dalam proses belajar-mengajar disekolah mestinya diajarkan bagaimana kita menguasai pikiran kita, dan mengerti kerja dan pengendalian emosi. Otak menyukai kompleksitas dan tantangan. Otak akan tetap siaga ketika sedang mencoba menemukan hubungan-hubungan, mengamati dan memahami lingkungan yang kaya, dan ketika merasa bahwa apa yang dipelajari adalah penting bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidupnya. Motivasi adalah kunci belajar.

Dari penelitian-penelitian termutakhir seperti, pakar psikologi Douglas Powell, juga Gerard Fishbach dari universitas Harvard, Pakar Patologi Saraf Robert D. Terry MD, juga Robert Onstein dari Stanford dan Charles Swencionis dari Albret Einstein College of Medicine dll (dalam Accerated Learning hal 83-84) mengatakan;

Dalam otak tua tidak mengalami penyusutan atau pengurangan neuron-neuronnya. Dengan kata lain, jika otak tua tetap dirangsang maka bisa terus menciptakan hubungan-hubungan dan sambungan antar sel. Otak tua memelihara dan menjaga kemampuan menonjolnya untuk meremajakan diri kembali. Otak tua secara harfiah akan menyambung-menyambung mengimbangi bagian-bagiannya yang hilang. Jika sel neuron tidak mampu melakukan tugasnya, maka neuron-neuron sebelahnya akan mengganti fungsi itu untuk melakukan sambungan-sambungan antar dendrite. Otot bekerja seperti otot, lebih banyak kita latih, lebih banyak dia berkembang. Terlalu sedikit latihan otak akan loyo. Gunakan atau hilang. Disinilah banyak orang ahli saraf menentang didirikannya rumah-rumah jompo. Sebab dari hasil penelitian (walau masih dalam taraf tikus) menunjukkan rangsangan, Variasi hidup dll akan menambah daya tahan hidup dan memperpanjang umur.

Dari penelitian David Snawdon dari Universitas Kentucky pada para biarawati di The School sisters of Notre Dame (yang rata-rata umurnya diatas 85, mereka menyumbangkan otaknya untuk diteliti) menunjukkan; para biarawati yang mendapatkan pendidikan lebih tinggi, yang mengajar terus-menerus, dan menghadapkan pikirannya dengan berbagai masalah ternyata umurnya lebih panjang dan memiliki sambungan lebih banyak dari sel-sel otaknya sehingga mampu mengatasi kelumpuhan otaknya, berbeda dari biarawati yang kerjanya hanya membersihkan kamar mandi dan dapur (umurnya lebih muda).

C. Belajar yang baik (Enam langkah rencana M-A-S-T-E-R)

Ahli Psikologi Mihaly Csikszentmihalyi, mengatakan belajar yang baik adalah proses “ALIRAN” yaitu keadaan kosentrasi yang mengantarkan pada pengalaman optimal, suatu kesadaran yang sedemikian terfokus sehingga pelakunya terserap penuh dalam suatu kegiatan. Ini terjadi ketika seseorang menikmati perasaan yang sangat nyaman tampa keterpaksaan dan menjalankan kegiatan dengan puncak kemampuannya.

Cara belajar yang berhasil dan menyenangkan;

1. Menciptakan lingkungan tampa stress (relaks)  lingkungan yang aman dalam melakukan kesalahan, namun harapan sukses tinggi

2. Menjamin subjek pelajaran adalah relevan  kita ingin belajar bila kita melihat manfaat dan pentingnya subjek pelajaran itu.

3. menjamin bahwa belajar secara emosional adalah positif  ketika belajar dilakukan bersama-sama dengan orang lain, ada humor, dorongan semangat, waktu rehat dan jeda teratur dan dukungan antusias.

4. melibatkan semua indra dan juga pikiran Otak Kanan dan Kiri

5. menantang otak untuk berfikir jauh kedepan mengeksplorasi apa yang sedang dipelajari dengan sebanyak mungkin kecerdasan (8/9 menurut Gardner) yang relevan untuk memahami subjek pelajaran.

6. mengkonsolidasi bahan ajar dengan memperhatikan periode-periode waspada yang relaks (sering jeda, diberi gambaran umum awal, disarikan akhir pelajaran, dan diulang singkat waktu sebelum pelajaran selanjutnya).

Enam langkah M-A-S-T-E-R diciptakan oleh Jay Nicholl penulis Open Sesame yaitu;

1. (M) Motivating your mind (memotivasi pikiran)  relaks, percaya diri, termotivasi. Yakin diri mampu dan mau (ingin) karena bermanfaat.

2. (A) Acquiring the Information (memperoleh informasi)  memperoleh dan menyerap informasi sesuai dengan cara yang paling sesuai dan kita sukai. Manfaatkan VAK (visual, auditorial dan kenestetik).

3. (S) Searching out the Meaning (menyelidiki makna)  mengubah fakta menjadi makna, sehingga akan menetap dalam memori. Beda antara mengetahui dan memahami. Revolusi prancis tahun 1789 adalah factual bukan makna, apa latar belakang dan implikasinyalah yang membuatnya bermakna.

4. (T) Triggering the Memory (Memicu Memori)  pemakaian asosiasi, cerita, singkatan, katagiri, peta konsep, kartu pengingat, musik dan peninjauan ulang dll. Ini semua untuk menjadikan informasi menjadi memori jangkan panjang.

5. (E) Exhibiting what you now ( memamerkan apa yang anda tahu)  menceritakan, mengajarkan ke yang lain, mempraktekkan terus menerus dll.

6. (R) Reflecting How you’ve Learning (merefleksikan bagaimana anda belajar)  mengoreksi efektifitas bagaimana kita belajar, menguji cara belajar. Makin sering dibiasakan untuk mengingat makin mudah ingat, makin dilatih untuk kosentrasi makin mudah kosentrasi, tetapi itu semua perlu dibantu dengan sarana-sarana, metode, dan evaluasi hasil, perkembngannya serta perbaikan berkesinambungan.

Kebanyakan manusia hanya menggunakan sebagaian kecil dari kapasitas utuh otaknya. Ini bukan karena kapasitas itu tidak ada melainkan hanya karena mereka belum belajar bagaimana memakai apa yang telah menjadi miliknya.

D. TIPS BELAJAR YANG BAIK

1. Memulai mencari AMBAK (apa manfaatnya bagiku)

A) Menciptakan keadaan pikiran yang kaya akal  tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan, biarlah otot rahang dan leher regang, putar musik santai (musik klasik)

B) Daftar sukses saya  menyebutkan keberhasilan-keberhasilan yang pernah kita capai dan akan kita usahakan kita capai, dan baik buruknya kalau kita mencapainya atau tidak mampu mencapainya.

C) Penegasan/afirmasi positif  saya orang yang pandai, saya bisa, saya manajer yang cukup baik dst.

2. Tetapkan tujuan yang jelas  kita tidak akan mengenai sasaran yang tak terlihat, belajar adalah seperti ibarat orang menempuh perjalanan, kita perlu mengetahui tujuan akhir, kita juga perlu tahu jalan untuk sampai kesana. Apa sebenarnya tujuan hidup yang kita inginkan? maka untuk mencapainya kita harus; 1) mempunyai visi yang jelas tentang apa yang ingin kita capai, 2) mempunyai kepercayaan yang kuat bahwa kita dapat mencapai visi itu.

Dari penelitian-penelitian orang-orang sukses, mereka menunjukkan kemampuan diatas rata-rata dalam menjalankan secara sadar suatu tugas dalam pikiran mereka, dengan menggunakan khayalan atau visualisasi. Mereka “mulai dengan tujuan dalam pikirannya”.

3. Kemauan sukses 

Kemauan yang kuat = Visi yang jelas + Percaya pada kemampuan diri sendiri
Berani berimajinasi  tiga karakter secara bersama yang dimiliki orang-orang sukses yaitu;

1) Hasrat  mereka termotivasi oleh sesuatu yang benar-benar menjadi pusat perhatiannya, sesuatu yang benar-benar mereka ingin lakukan atau ciptakan

2) Visi  mereka dapat melihat dengan jelas dan membayangkan serta mampu menetapkan serta mengambil langkah demi langkah untuk meraihnya.

3) Aksi  mereka ingin melakukan setiap hari, sesuai dengan rencana, tahap demi tahap.
Hasrat + Visi + Aksi = Sukses

Tidak cukup sekedar ingin melakukan sesuatu yang lebih baik. Yang lebih penting kita punya rencana hidup tentang tujuan pendidikan dan karier kita (dimana keduanya tak terpisahkan). Pelajar harus termotivasi. Untuk supaya mereka termotivasi, mereka harus tertarik lebih dahulu. Mereka akan tertarik kalau mereka bekerja pada suatu hal/pelajaran yang berhubungan dengan nilai-nilai dan tujuan hidup mereka (mereka melihat, visualisasi manfaatnya bagi-Mereka).

4. Hal-hal yang perlu dikerjakan;

• Buat daftar untuk dikerjakan
• Rencanakan waktu dibagi untuk 4 jenis kerjaan yaitu

b) Penting dan mendesak  (jangan dipikirkan; karena pasti kita kerjakan sebab itu tuntutan bagi kita). Contoh besok UAN/Ebtanas, anak/kita pasti akan belajar dengan cukup serius.

c) Penting tidak mendesak  (Perlu kita pikirkan; sebab ini sangat baik bagi kita dimasa depan tetapi kalau kita tinggalkan sekarang dampak saat ini tidak terasa. Seperti; belajar bahasa asing, computer, setir mobil dll)

d) Mendesak tidak penting  (Tidak perlu dipikirkan seperti; mengangkat telpon bunyi, ketel air bunyi menandakan air masak, itu hal-hal biasa dll)

e) Tidak penting dan tidak mendesak  (Abaikan; sebab merugikan kecuali saat betul – betul santai, seperti nonton TV dll)

5. Cara memperoleh Informasi

• Dapatkan gambaran yang lebih menyeluruh  lihat-lihat daftar isi buku secara umum, lalu cari yang menarik dan baca cepat, seperti kita membaca Koran.
• Kembangkan gagasan inti  bila inti diketahui maka rincian akan mudah diketahui.
• Buat sketsa dari apa yang kita ketahui  buat coret-coretan sederhana untuk mengokohkan ingatan.
• Satu langkah kecil pada suatu waktu  belajar bahasa 1 minggu 2 kali, satu setengah jam sekali pertemuan selama tiga tahun (1,5 x 2 x 54 x 3) , akan lebih baik dari pada belajar bahasa 3 jam tiap hari selama 6 bulan (3 x 6 x 27).
• Bertanya dan bertanya terus  kembangkan (what = apa, when = kapan, who = siapa, why = mengapa, where = dimana dan whom = bagaimana)
• Gunakan serangan VAK 

Visual  ada anak senang belajar melalui melihat (suka melihat gambar, pertunjukkan, diagram, video dll)
Auditorial  belajar melalui mendengar sesuatu (suka mendengar kaset, ceramah, diskusi, debat dll)
Kenestetik  belajar memalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung (suka menangani sesuatu, bergerak menyentuh, mengalami/merasakan sendiri)

Menurut penelitian; Anak-anak umur 5-12 tahun cenderung (Visual = 29%, Auditirial = 34% dan Kinestetik = 37%). Makin dewasa makin cenderung ke visual, ini tidak aneh jika 70% reseptor indrawi (sensori) tubuh kita bertempat di mata. Dalam praktek menurut penelitian Universitas Winconsin, ketika pengajaran dibantu dengan visual (pengajaran perbendaharaan kata) capaian para siswa meningkat 200%.

Strategi Pembelajar Visual  peta konsep (bagan-bagan, symbol-simbol, warna, cari kata-kata kunci)
Strategi Pembelajar Auditorial  rangkumlah dan ucapkan dengan bersuara, suara anda yang anda dengar membantu ingatan anda. Rekamlah pelajaran atau hasil pembacaan rangkuman anda lalu putarlah dengan tape/walkman, ketika anda berkendaraan.
Strategi Pembelajar Kinestetik  berjalan-jalan saat membaca atau mendengarkan, buat catatan-catatan pada kartu, tulislah apa yang and baca, seperti auditorial tadi. Belajarlah dengan berkelompok.

Strategi serangan VAk  mengkombinasikan ketiga-tiganya.

E. MEMICU MEMORI

Secara umum 70% informasi akan hilang setelah 24 jam, kecuali kita berusaha mengingat dengan cara khusus untuk mengingatnya. Beberapa cara meningkatkan memori/ingatan adalah;

1) Jika kita berada dalam keadaan pikiran yang benar, relaks dan percaya diri saat belajar
2) Jika kita memperoleh informasi dengan cara yang cocok dengan suasana hati kita
3) Jika kita mempelajari makna sesuatu bahan ajar dengan berbagai cara (buatlah bermakna, warna, emosi dll).
1) Hal-hal yang mudah diingat oleh otak adalah

A) Hal pertama dalam sesi belajar, B) Akhir dari pembelajaran dan C) Hal-hal yang aneh atau khusus dalam pembelajaran. Kebanyakan manusia kesulitan untuk kosentrasi lebih dari 20 menit. Dari data-data ini, maka dalam belajar perlu; sering melakukan jeda (belajar lalu berhenti beberapa menit, kemudian belajar lagi. Dengan ini maka akan ada saat awal dan akhir sering kali). D) Pengorganisasian lebih diingat. Mengorganisasi bahan (misalnya: kucing, sapi, kerbau, tikus, pisau garpu, piring, sendok, biru, kuning, merah , pemerkosaan)  kita akan mudah mengingat kucing, sapi dan merah kuning juga pemerkosaan. Karena kata akhir ini aneh dibandingkan kata-kata lainnya. Juga akan lebih mudah diingat jika kita bentuk menjadi:
Hewan : kucing, sapi, tikus
Alat-alat dapur: piring, sendok, garpu
Warna: biru, kuning, merah

Pemerkosaan

E) Hal-hal yang nyata  akan lebih mudah diingat dibandingkan dengan gagasan abstrak, sebab kita dapat menggambarkan mereka dalam “mata otak” (visualisasi dalam pikiran). Kita lebih mengingat gambar berkali-kali lebih tinggi dari pada kata. F) Pembuatan asosiasi  hubung-hubungkan dengan yang lain dan Mendongeng lebih menyimpan memori, G) memutuskan ingin mengingat. H)Tidur  tidur setelah belajar lebih ingat dari pada tidak. I)Tindakan  mengingat 20% dari membaca, 30% dari membaca dan mendengar, 40% dari tambahan yang kita lihat, 50% dari tambahan yang kita katakan, 60% dari yang kita kerjakan, 90% dari yang kita lihat, dengar, katakan dan kerjakan sekaligus. J) Mengulangi sesudah atau seselum sesi belajar  belajar/mengajar setelah akhir sesi diberikan/diulang ringkasan sesi tadi, lalu sesi selanjutnya/pertemuan selanjutnya, sebelum pelajaran kedua ada pengulangan sesi pertama secara umum dst. K) Ciptakan multi-sensori  mata, telinga dan indra lainnya. L) Ubahlah dalam bentuk cerita. M) Ciptakan singkatan (akronim) N) Iringi dengan musik tertentu (klasik/barok)  Bethoveen, Bach, Mozart dll.

2) Tunjukkan apa yang anda ketahui

• Ujilah diri sendiri  buat kerangka/peta konsep lalu jelaskanlah sendiri, jelaskan pada orang lain
• Praktekkan  permainan peran, atau mempraktekkan apa yang kita punya sehingga jadi milik kita (bahasa, hitungan atau lainnya)
• Evaluasi diri  nilai diri anda, kita adalah penilai yang paling baik, tetapi juga penilai yang paling tidak objektif terhadap diri kita. Jangan banyak menggunakan penilaian orang lain untuk diri kita sendiri.
• Gunakanlah  selalu gunakan apa yang kita punya
• Cari dukungan  carilah peneguh dari kawan, keluarga atau lainnya, juga untuk menilai anda, tetapi mereka bukanlah jadi standart buat selalu menilai diri anda.

3) Refleksi diri

Kebanyakan kita jarang meluangkan waktu untuk menilai, merefleksikan pengalaman kita sendiri untuk belajar meningkatkan kemampuan diri kita. Meninjau kinerja kita sendiri akan memberikan penilaian yang jujur tentang kemampuan kita. Kita bisa mencatat bagian-bagian mana kita mengalami peningkatan dan menandainya dimana kita melakukan hal-hal secara lebih baik dan yang lebih jelek. Intinya refleksi diri (peninjauan ulang diri sendiri).

F. SEKOLAH YANG SUKSES

Churchill adalah orang terkenal yang gagal sekolah, John Major hanya lulusan SMU, Isac Newton ahli fisika terkenal gagal test di Cambridge (1663), Albert Einstein gagal tes masuk politeknik di Zurich, Henri Poincare (ahli matematika top dunia) gagal tes IQ (nilainya parah), Thomas Edison pernah dua tahun tidak naik kelas, Charles Dicken, Mark Twain, Maxim Gorgi tidak selesai sekolah SLTP dll. Apa yang salah dari mereka. Dari hasil penelitian ternyata metode, system pendidikan umum (sekolahl yang terkadang dan banyak salah dalam hal itu.

Dalam publikasi universitas Harvard, Scholing mengatakan; “setiap anak adalah luar biasa Alam (Tuhan-pen) telah melengkapi setiap anak dengan kapabilitas belajar yang jauh melebihi kemampuan seorang untuk dapat melukiskannya. Sayangnya, system pendidikan –yang didasarkan pada prinsip-prinsip psikologis yang telah usang, tidak benar dan terlalu menyederhanakan—terlalu berbenturan keras dengan keterampilan belajar alamiah yang dimiliki anak-anak, mengajarkan kepada mereka untuk tidak percaya dan menekankan keterampilan itu, menggerakkan sejumlah tak terhitung anak-anak—selama 15.000 jam latihan sistematik dalam belajar untu tidak belajar”.

1) Belajar harus menyenagkan.
2) Hasil sekolah yang jelek hanyalah gejala bukan masalah. Menetapkan tujuan tidak akan membantu. Tetapi, menganalisis apa yang mempengaruhi hasil itu dan mengajarkan kepada siswa bagaimana memecahkan masalah mereka sendiri jelas akan membantu.
3) Dan mampu merangkum keseluruhan /rata-rata tertimbang (weight average) tujuan sekolah yaitu; a) Pengetahuan  bagaimana fakta kita ketahui, dantahu bahwa pengetahuan akan cepat basi karena perkembangan yang sedemikian cepatnya. Maka belajar bagaimana belajar (BBB) akan sangat diperlukan dimasa depan.  karena pekerjaan semakin cepat hilang dan berubah diganti otomatisasi dan robot, jenis keterampilan yang diperlukan akan semakin variatif dan berubab ubah. Maka fleksibilitas penegtahuan yang mensyaratkan kemampuan kita untuk berpindah-pindah mempelajari pengetahuan dan keterampilan. Disini BBB akan sangat diperlukan b) Keteramapilan  Keterampilan menjadikan pengetahuan dapat bekerja. Mampu computer, berkomunikasi, bekerja dalam organisasi, system dll. c) Kebijaksanaan  kemampuan untuk menentukan prioritas,kemampuan menganalisis, membuat pertimbangan, bersikap fleksibel, terbuka. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menganalisis pengalaman dan bertindak atas dasar kesimpulan-kesimpulan. d) Karakter  sifat-sifat seperti jujur, percaya diri, kesediaan bekerja sama, empati, kemampuan bekerja dalam tim, realistis, punya integritas dll. e) Kematangan Emosi  kemampuan untuk mengenali, mengungkapkan dan mengelola suasana hati dan emosinya sendiri dan merespon orang lain secara simpatik. Menunda kepuasan sesaat, mengelola stress, rasa marah dan cemas, bersikap tegas tampa agresif, mengelola konflik secara realistis dll.

Accelerated Teaching (mengajar cepat)

• Jelaskan kepada siswa kerja otak (atau kita perlu tahu untuk diri sendiri kerja otak)
• Melihat relevansinya  jelaskan manfaat buat mereka atau buat KU, dengan tahu keuntungan akan tertarik, berhasrat lalu akan termotivasi
• Memvisualisasi hasil yang bermutu  apa yang dapat layak untuk mendapat nilai A, B dst. Ajarkan kepada mereka bekerjasama dalam belajar dst.
• Memberikan kepada siswa control diri  tujuannya adalah menciptakan pembelajar yang percaya diri dan bebas. Biarkan mereka berdebat dalam membuat aturan kelas mereka sendiri. Peraturan yang mereka buat sendiri pasti akan lebih mereka hargai dan taati dari pada dari luar.
• Menciptakan motto kelas  beri nama-nama tiap kelas sesuai dengan kesepakat mereka. Kelas Einstein, Muttahari, kelas ibn Sina dll. Biarkan poster-poster yang mendukung nama kelas itu. Tetapkan kata-kata motto seperti; “Kami bisa melakukan”, “kami layak untuk menjadi nomer satu”, “kelas unggul dalam Iman, ilmu dan Amal”. Ini bisa jadi motto sekolah seperti; menciptakan pusat keunggulan dalam Ilmu, iman dan amal.
• Lingkungan
• Orang Tua  libatkan mereka dalam memantua. Kita ingat Orang tua selalu ingin membantu, namun mereka tidak mengetahui caranya.
• Mengajarkan nilai positif  ajarkan bagaimana memotivasi diri sendir
• Kegembiraan  apabila belajar menggembirakan, maka motivasi akan tinggi. Guru harus menunjukkan antusiasme mereka (ini akan menulari anak didik mereka).
• Menggunakan jeda  45 menit jam pelajaran dibagi menjadi (20 menit pelajaran, 5 menit jeda santai 20 pelajaran terusannya).
• Membangun harga diri  martabat diri berhubungan erat dengan sukses akademik. Tidak boleh ada anak yang terlecehkan dan rendah diri. Motivasilah sehingga mereka punya harga diri. “Saya mampu”, “Saya bisa”, “saya cukup pandai” dst.
• Buatlah anak aman dalam melakukan kesalahan  kunci sukses kelas jika kesalahan tidak menjadikan hukuman tetapi umpan balik. Tidak ada ketakutan. Tidak ada kata kata “kamu salah”, tetapi diganti; “mengapa kamu bisa berfikir seperti itu”. Dst.
• Memperkuat budaya sukses  para pelajar butuh tantangan tinggi dengan ancaman rendah
• Ajarilah berfikir kreatif analisis. Seperti; Krim jerawat mungkin bisa menghilangkan noda-noda pada kulit. Tetapi akan lebih produktif jika tahu mengapa noda itu muncul. Apakah karena diet yang buruk? Jika benar apa penyebabnya? Apakah gaya hidup yang buruk? Apa penyebab gaya hidup yang buruk? Dst.
• Memicu memori  berilah gambaran umum awal satu sesi pelaran, buatlah peta konsep dikelas, lalu ringkaslah seluruh materi sesi itu diakhir pertemuan. Ulangi secara sederhana rinkasan itu sebelum sesi pelajaran hari berikutnya.  buat peta konsep dan ulangi secara ringkas pelajaran dalam satu minggu. Ulangi dengan peta konsep dan penjelasan sederhana ringkasan pelajaran setiap bulan. Dan ulang dalan sehari pelajaran dalam setiap cawu/semester.
• Buatlah persaingan yang sehat dalam kelas.
• Tahulah tipe pembelajar seperti apa mereka, Tanya apa yang paling membuat mereka belajar dengan rileks dan menyenangkan.

Bagaimana dengan sekolah-sekolah kita, pendidikan kita, fasilitas, motivasi dan raw-material murid-murid kita. Mampukah kita mengarah kesana. Sedang mengarah kesana atau tetap atau malah menjauhinya.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: